Jatiqojatim.com
Berita Tokoh

Mengenang Bersama HM Fathan

Entah kapan kami mulai mengenal beliau. Yang jelas, kami tau2 _runcang-runcung_ bersama beliau saat mengikuti pengajian seni baca Alqur’an di Masjid Kemayoran SURABAYA, yang diasuh oleh Alm. Ustadz HM Thoha Hasan, dan di tempat lain yang diasuh oleh Ustadz H Wahab Husein, Ustadz Jakfar Shodiq, dan ngaji setoran di ndalem KH AHMAD DZUL HILMY GHOZALI, di kawasan Ampel SURABAYA, serta beberapa kali di forum lailatul Qiroah.

Beliau sosok lelaki pendiam, tidak neko2 alias apa adanya, murah senyum, sederhana, dan sejuta sosok mulia yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu.

Pengalaman Qiroah duet kami mulai ketika kami menghadiri acara lailatul Qiroah dalam rangka haul di pondok pesantren Qomarudin, Bungah, pada tahun 1996 (kalau tidak salah) di mana di dalamnya ditampilkan duet KH Muamar ZA, dan KH Chumaidi.

Sepulang dari menghadiri acara tersebut, dalam perjalanan pulang kami tiba-tiba di dalam mobil, terlibat latihan Qiroah duet. Entah siapa yang memulai, yang jelas latihan itu baru berakhir ketika kami sampai di tempat tujuan.

Kami merasa pas berpasangan dengan beliau, di samping sudah menjadi teman akrab, volume suara kami sama-sama tidak bisa melengking tinggi, sementara kekuatan nafas pun sama, pas2an, tidak bisa bersuara panjang.

Dalam tilawah berduet, memang diperlukan keserasian. Di sinilah diperlukan saling mengalah ketika membaca bersama. Ya, kadangkala kami yang mengalah, tapi tidak jarang beliau juga yang mengalah. Namun, sering juga di antara kami tidak ada yang mau mengalah, dan ini yang membuat latihan berlangsung lama. Dan, akhirnya pun harus ada pihak yang mengalah.

Sejak saat itu, kami aktif berlatih. Terutama kalau ada event lailatul Qiroah. Panitia pun sudah hafal. Kalau ada kami berdua hadir, mesti secara otomatis dipersilakan tampil.

Selain tampil pada acara lailatul Qiroah, kami berdua juga sering tampil di acara2 pengajian umum, dan bahkan juga keluarga, seperti pengantin, dan sebagainya. Karena kami berdua memang sering menawarkan duet bila ada undangan.

Beberapa tahun terakhir, volume pertemuan kami dengan beliau sangat jarang. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19.

Terakhir kali kami kontak beliau ketika hendak mengundang beliau untuk acara akad nikah adik kami pada bulan Mei tahun lalu. Tapi beliau sudah tidak sanggup dengan alasan sakit jantung. Kami tidak menyangka hal itu merupakan kontak terakhir dengan beliau.

Sebelum menjadi Muadzin di Masjid Nurul Iman, Perum Margorejo Indah, hingga akhir hayatnya, beliau adalah Muadzin Masjid Rahmat, Kembang Kuning Surabaya. Berkat beliau, kami sempat menjadi imam tarawih di Masjid tersebut.

SELAMAT JALAN SAHABAT!!!…. Semoga segala amal ibadahmu diterima di sisi-Nya, dan semua dosa dan kesalahanmu diampuni oleh Allah swt, serta keluarga, sanak famili dan handai taulan yang engkau tinggalkan, diberikan kesabaran oleh Allah swt… Amin ya rabbal alamin…***

Surabaya,
25 Januari 2023,
Choirul Anam Djabar.

Related posts

Rendra, Pengejar sang Pengajar

adminjtq01

Syaikh Yasin bin Isa Al-Faddani

adminjtq01

Menyikapi Isu Karikatur Rasulullah

adminjtq01