Jatiqojatim.com
Artikel Pilihan Redaksi

Fenomena Pembelajaran Qirooat Sab’ah

Ustadz Imam Syafii

Dahulu ilmu qiraat sab’ah jarang diminati karena selain pesyaratan belajarnya yg berat, ada juga yg mengatakan kurang dibutuhkan dalam kehidupan.

Di antara persyaratan belajar qiraat saat itu adalah :
1. Hafal quran 30 juz dan lulus uji hafalan serta bacaan dihadapan guru.

2. Bisa membaca kitab kuning atau bisa bahasa arab. Hal ini dikarenakan dahulu kebanyakan kitab-kitab rujukan qiraat sab’ah kebanyakan berbahasa Arab.

3. Hafal matan qiraat. Namun di Indonesia sejak era Mbah Arwani persyaratan ini tidak ada di Indonesia. Namun diganti dengan menyalin kitab Faidhul Barakat karya beliau.

4. Menguasai kaidah usul qiraat dan farsyul ayat.

5. Bisa mempraktekkan kaidah qiraat baik secara ifrod maupun jama’.

6. Riyadhoh atau tirakat.

Namun dengan perkembangan jaman saat ini persyaratan belajar qiraat jadi lebih mudah. Sehingga ilmu qiraat yg dulu dianggap sulit dan berat menjadi lebih mudah dan banyak diminati masyarakat.

Namun perlu diingat,
Dengan mudahnya persyaratan belajar qiraat, tentunya kualitas hasilnya juga lebih menurun dibandingkan dengan persyaratan yg ketat.

NB:
Di Indonesia dari abad 20 kebanyakan pembelajaran qiraat sab’ah melalui jalur Krapyak dan Kudus. Namun ada juga yg dari jalur Kudang Limbangan Garut.

Perbedaan jalur keduanya hanya dari persyaratan belajarnya saja.

(Imam Syafi’i)

Related posts

Bersabar dan Bersyukur

adminjtq01

Alquran Sebagai Pedoman Hidup

adminjtq01

Ternyata Ujian Paling Berat Itu Kemudahan Yang Melenakan

adminjtq01