Selain Bisa Baca Alquran, Juga Mampu Menulis Buku

0 223

Oleh: Rizqi Ilman Mubarok

Alhamdulillah, setelah kurang lebih satu tahun saya belajar baca Alquran dengan metode Al Baghdadi yang dikembangkan oleh Jam’iyah Tilawatil Quran Provinsi Jawa Timur, akhirnya berhasil lulus ujian. Konon, saya merupakan lulusan yang ke-41.

Melalui bimbingan langsung oleh Ketua Jam’iyah Tilawatil Quran Provinsi Jawa Timur, ustadz Drs. H. Choirul Anam Djabar, saya merasakan banyak perkembangan dalam hal ilmu baca Alquran. Dulu awalnya makhorijul huruf saja, saya masih banyak yang salah.

Saya merasakan perkembangan yang sangat signifikan. Kini sudah mulai benar dalam mengucapkan huruf dan kalimat-kalimat Alquran. Bahkan saya sudah menguasai tujuh lagu dalam Alquran yang telah disepakati oleh ulama qurra’ dan telah diajarkan oleh sang Ustadz.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan saya ‘lulus’ dalam mengikuti ujian Program Murattal Tujuh Lagu (PMTL) yang diselenggarakan Jam’iyah Tilawatil Quran Provinsi Jawa Timur (Jatiqo/JTQ Jatim). Dengan lulus ujian PMTL tersebut, berarti saya mulai berhak mengaji mulai Surat Al Baqarah. Harapannya, dengan semakin indah Alquran yang dibaca, hal itu menambah semangat agar kita bisa terus berdekatan dengan Alquran. Karena Alquran itu pedoman, maka jangan sampai kita tinggalkan.

Menurut saya, Alquran merupakan pedoman bagi Umat Islam. Ia bak kompas yang menuntun kita agar kita tak tersesat. Sehingga sepatutnya setiap muslim harus memegang teguh Alquran yang ia punya.Sayangnya, ternyata banyak di antara kita yang belum bisa membaca Alquran dengan baik dan benar. Bahkan huruf hijaiyah saja belum hafal. Padahal ayat Alquran harus selalu kita lantunkan.

Untuk mengatasi masalah itu, Guru kami, Ustadz Choirul Anam memiliki metode ajar dengan buku pedoman ‘Kembali ke Baghdadi Menuju Murattal Tujuh Lagu’ yang diterbitkan pertama kali oleh penerbit Quanta (Gramedia Grup), tahun 2014.

Di sana, kita akan belajar mulai dasar. Mulai dari pengenalan huruf-huruf hijaiyah hingga kita bisa melafalkan Alquran dengan baik dan benar. Metode yang praktis membuat siapa pun dengan mudah dan cepat mempelajarinya.

Dalam buku tersebut, diakhiri dengan metode baca Alquran dengan berlagu, yakni dengan menghafal tujuh maqra’ dalam Alquran. Di mana masing maqra’ merupakan lagu pedoman atau referensi/acuan untuk bisa diterapkan kepada ayat-ayat lainnya.

Misalnya, lagu Nahawand, bisa memakai maqra’ dasar akhir Surat Al-Baqarah, lagu Sika pada Surat Al Infithar, lagu Bayyati pada Surat Al Buruuj, lagu Jiharkah pada Surat Ath Thariq, lagu Rast pada surat Al A’la, lagu Hijaz pada Surat Al Fajr, dan lagu Shoba pada Surat Al Balad.

Nama saya adalah Rizqi Ilman Mubarok. Jika di rumah saya biasa dipanggil Rizqi, jika di SMA biasa dipanggil Pak Bos. Sedangkan saat ini lebih sering dipanggil Ilman. Saya merupakan anak kedua yang lahir dari pasangan Masyhur dan Imroatul Khusnah di Jember 20 september 1993.

Saya merupakan santri pondok pesantren Ma’had Nurul Qur’an, Jl Mleto Surabaya, sekaligus santri Jatiqo/JTQ Jatim, dan mengikuti PMTL di Musalla Al Mukhtar, Jl. Mleto Surabaya yang diselenggarakan setiap hari Rabu dimulai jam 09.00 sampai selesai.

Saya sungguh merasa sangat senang dapat belajar PMTL yang dibimbing langsung oleh Ust. Drs. H. Choirul Anam Djabar ini. Karena di samping dapat membaca Alquran dengan baik dan benar, juga mendapat bimbingan untuk menulis artikel atau buku. Alhamdulillah, saat ini sudah berhasil menerbitkan dua judul buku bernuansa Islami, yakni Hidupku Selalu Bahagia (Quanta, 2016), dan Hijrah (Quanta, 2017)

Saya kuliah S1 Statistika ITS. Lulus dari Institut Tekologi Sepuluh Nopember, saat ini ia berkesibukan mengajar bahasa Arab di kalangan anak-anak. Selain itu, saya juga tergabung menjadi relawan TRPJ (Tim Remaja Perawat Jenazah) di daerah Mleto Surabaya.***

 

Kategori: Profil SantriTag: