Pemberian Uang di Sepatu

0 119

Seorang dosen tengah berjalan santai bersama salah seorang di antara mahasiswanya di sebuah taman. Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bekerja di sana, yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang mahasiswa melihat dan kepada dosennya dia berkata: “Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pepohonan, nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan dan mencari-cari. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas.”

Dosen itu menjawab: “Mahasiswaku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang berada, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya.”

“Sekarang coba kamu memasukkan beberapa  lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu?”

Sang mahasiswa sangat takjub dengan usulan dosennya. Dia langsung berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama dosennya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun tersebut.

Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dr pakaiannya, dia menuju tempat sepatunya yang ia tinggalkan sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karen ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.

Saat ia keluarkan ternyata … uang! Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang!

Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorg pun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya. Lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dengan suara tinggi, Ia bicara kepada Allah: “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yang maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anakku dan istriku dari penderitaan …”

Dia terus menangis dalam waktu yang cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.

Sang mahasiswa sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.

Ketika itu dosen yang bijak tersebut menesihati mahasiswanya: “Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih daripada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang mahasiswa menjawab: “Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku.

Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku: “Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yang lebih banyak daripada ketika kamu diberi”

Sang dosen melanjutkan nasihatnya dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam:

  • Memaafkan kesalahan orang di saat kamu mampu melakukan balas dendam adalah suatu Pemberian.
  • Mendoakan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu Pemberian.
  • Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu Pemberian.
  • Menahan diri dr membicarakan aib sesama kita diabelakangnya adalah Pemberian juga.

 

Itu semua adalah ‘PEMBERIAN’.

Marilah kita saling memberi dan berbuat baik niscaya hidup kita akan menjadi lebih indah.***

 

Kategori: Kisah InspiratifTag: