Kisah Pasutri ke Helikopter di Puncak Gedung Hotel

0 217

Ada sepasang suami isteri (Pasutri) tergesa-gesa berlari menuju ke HELIKOPTER di PUNCAK GEDUNG HOTEL untuk menyelamatkan diri, pada saat terjadi KEBAKARAN. Tetapi saat sampai di atas sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yg tersisa. Dengan segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu, sementara sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum HELIKOPTER menjauh.

Dan kejadian Berikutnya….API ITU SEMANGKIN MEMBESAR dan MENGHANGUSKAN seluruh nya (termasuk sang ISTRI).

DOSEN yang menceritakan kisah ini bertanya pada mahasiswa-mahasiswanya. Menurut kalian, apa yang sang istri itu teriakkan? ….

Sebagian besar mahasiswa itu menjawab :

– Kamu JAHAT

– Aku benci kamu,

– kurang ajar…

– kamu egois,

– nggak tanggung jawab,

– nggak tau malu…kamu.

– dan yang sejenisnya…..

 

Tapi ada seorang mahasiswi yang hanya diam saja, dan guru itu meminta mahasiswi yang diam itu menjawab.

Kata si mahasiswi, saya yakin si istri pasti berteriak… “Tolong jaga anak kita baik-baik”.

Dosen itu terkejut dan bertanya, apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?

Mahasiswi itu menggeleng, belum, tapi itu yang dikatakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.

DOSEN  itu menatap seluruh kelas dan berkata: “Jawaban ini benar”, ……

HOTEL itu kemudian benar-benar terbakar habis… dan… sang suami harus kembali ke kota kecilnya dengan Air mata yg terus menetes harus menjemput anak anak mereka yang masih TK dan BALITA …..dan mengasuh anak anak mereka sendirian, dan Kisah Tragedi tersebut disimpan Rapat  rapat….tanpa…. Pernah dibahas lagi.

Dan ber-tahun-tahun kemudian, anak anak itu sudah menjadi dewasa…. Ada yg menjadi pengusaha… Ada yang menjadi Dokter….dan 1 lagi masih bekerja sambil kuliah.

Pada suatu hari ketika anak bungsunya bersih-bersih kamar sang Ayah…anak itu menemukan buku harian ayahnya.

Dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tuanya ke Hotel itu, mereka sedang berobat jalan karena sang ibu menderita penyakit kanker ganas dan akan segera meninggal.

Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu-satunya kesempatan untuk bertahan hidup.

Dan dia menulis di buku harian itu. Betapa aku berharap untuk sang istri yang naik ke Helicopter itu..,………… isteriku sayang, tapi demi anak-anak kita, terpaksa dengan hati menangis membiarkan kamu terbakar sendirian.

Si anak bungsu kemudian menceritakan  kepada kedua kakak nya….dan mereka… Bertiga segera menyusul sang Ayah di kampus……mereka sujud mencium kaki sang Ayah Bergantian…..(mengucap syukur atas perjuangan sang Ayah membesarkan mereka semua…..sekalipun dengan beban mental yang demikian berat)

Cerita itu selesai, ….dan seluruh kelas pun terdiam.

Dosen itu kemudian berkata :

Siapakah sang Ayah ? …..

Sang Ayah Itu saat ini lah yang ada di hadapan kalian

Mahasiswa dan mahasiswi nya segera berlarian memeluk sang DOSEN.

Mereka sekarang mengerti Hikmah dari cerita nyata tersebut, bahwa kebaikan dan kejahatan di dunia ini tidak sesederhana yang kita pikirkan, ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya yang kadang sulit dimengerti.

Karena itulah jangan pernah melihat hanya luarnya saja dan kemudian langsung menghakimi, apalagi tanpa tahu apa-apa.

Mereka yang sering membayar untuk orang lain bukan berarti kaya, tapi karena lebih menghargai hubungan daripada uang.

Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh bukan karena bodoh, tapi karena lebih menghargai konsep tanggung jawab.

Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar bukan karena bersalah, tapi karena lebih menghargai orang lain.

Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu bukan karena merasa berhutang, tapi karena menganggap kita adalah sahabat.

Mereka yang sering mengontakmu bukan karena tidak punya kesibukan, tapi karena kita ada di dalam hatinya. JANGAN MUDAH MENGAMBIL KESIMPULAN KARENA ASUMSI.***

 

 

 

Kategori: Kisah InspiratifTag: