Dahsyatnya Makanan Haram

0 14

Kisah dari Syeikh Abdullah Al-Madaniyah

Ada seorang pemuda tawaf 1000 x, pemuda ini tidak mencolok dimata orang awam, tapi dimata Syekh Abdullah sangatlah mencolok, setiap hari pemuda ini diperhatikan oleh Syekh Abdullah sembari menghitung dan Subhanallah … tawafnya pemuda ini 1000 x

Lalu Syekh Abdullah mendekati pemuda ini dan berkenalan, kemudian mengajak pemuda ini kerumah.

Pemuda ini seorang yang alim, tak ada yang curiga, ia selalu berhusnuzhzhon kepada Syekh Abdullah.

Syekh Abdullah pun menguji pemuda ini dengan makanan berperkara syubhat, pemuda ini pun menyantap makanan yg diberikan Syekh Abdullah, esok harinya pemuda ini tawaf, apa yang pemuda ini dapatkan? Ternyata pemuda tersebut tak mampu tawaf 1000 x melainkan hanya dapat 150 x saja.

Syekh Abdullah kembali mengajak pemuda ini kerumahnya, beliau kembali menguji pemuda tersebut dengan memberikan makanan perkara perkara haram, pemuda tersebut tak merasa curiga, hanya akhlaknya merosot jauh, ia lebih suka marah marah, sholat pun tak tepat waktu, pemuda ini pun mencoba tawaf.

Tapi apa yang pemuda ini dapatkan … ? Ia tak mampu tawaf 150 x, ia hanya mampu tawaf 3 x dan itupun sambil malas malasan.

Syekh Abdullah pun mendekati pemuda ini, kali ini bukan menguji pemuda tersebut, melainkan mengobati pemuda tersebut dengan memberikan makanan perkara halal, dan Subhanallah …, pemuda ini kembali tawaf dan mampu melakukan tawaf 200 x, dan seterusnya volume tawafnya selalu bertambah hingga 1000 x ketika Syekh Abdullah memberikan makanan perkara halal.

Akhirnya Syekh Abdullah berkata kepada pemuda tersebut, “Wahai hamba yang shalih, maafkan aku, sesungguhnya aku ingin mengujimu karena rasa kagumku kepadamu yang mampu tawaf 1000 x.”

Tak disangka pemuda ini seorang wali, ia menjawab perkataan Syekh Abdullah yang tersimpan dihati beliau, pemuda itu berkata, “aku tau engkau mengujiku dengan makanan yang engkau berikan, DEMI ALLAH ayahku tidak pernah memberikan kepadaku rezeki dari perkara syubhat (samar samar atau tidak jelas halal haram).

Syekh Abdullah pun tersenyum, wahai pemuda, “kau bukan orang biasa, apakah hanya aku yang bisa melihatmu … ?”

Pemuda itu berkata, “iya, hanya engkau yang bisa melihat tawafku” karena ketika aku tawaf waktu seakan-akan berhenti, orang-orang baru 1 x tawaf, sedangkan aku sudah melakukan 100 x tawaf.

Ingatlah … Rezeki yang tidak jelas asal usulnya yang masuk keperut atau yang kita pakai, dapat mempengaruhi kualitas ibadah kita, tubuh kita akan menjadi malas dan akhlak kita pun dipastikan akan merosot.

Kategori: Kisah InspiratifTag: