Harga Kasih Sayang Ibu

0 23

Seorang anak yang kaya lagi sukses menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit. Sudah sebulan lamanya sang ibu bergelut dengan penyakit yang nyaris merenggut nyawanya.

Alhamdulillah, tepat keesokan harinya sang ibu telah diijinkan pulang oleh dokter.

Dengan segera, si anak mengantar ibunya kembali ke rumah. Ketika sampai di rumah, dan melihat ibunya terbaring, tiba tiba si anak mengeluarkan lembaran lembaran kertas untuk

diberikan kepada ibunya. Isinya adalah tagihan uang selama perawatan di rumah sakit.

 

  1. Obat: Rp. 12.500.000
  2. Kamar rumah sakit:       Rp. 8.000.000
  3. Uang Lelah menjenguk: Rp. 4.000.000
  4. Uang Jaga malam di rumah sakit: Rp 3.000.000
  5. Uang untuk Merawat ibu selama sebulan : Rp 5.000.000
  6. Kerugian karena harus meninggalkan meeting: Rp 4.500.000
  7. Bensin untuk perjalanan: Rp1.000.000
  8. Lain lain: Rp10.000.000.

 

Tak lupa, dipojok kiri bawah tertulis “Bisa dilunasi kontan atau dicicil”.

Sang ibu tersenyum kepada anak kesayangannya tersebut. Beliau lalu mengambil

sebuah map dan menyerahkan kepada anaknya.

Si anak yang tidak mau waktunya terbuang, segera meluncur meninggalkan rumah ibunya. Beberapa jam setelah itu, ponselnya bordering dan seorang kerabatnya mengabarkan kalau penyakit ibunya kambuh.

Si anak terdiam tidak perduli, jadwal kerjanya masihlah sangat banyak di kantor, dan itu yang harus diutamakan, pikirnya.

Sebentar kemudian, dia teringat untuk membuka dan mengetahui isi dari sebuah map

yang telah diberikan ibunya hari itu. Ternyata berisi sebuah sertifikat rumah, tanah, dan lain

lain milik ibunya.

Belum sempat dia menyelesaikan membaca, tiba tiba ponselnya berdering lagi. Kali ini

kerabatnya memberitahukan bahwa sang ibu telah meninggal dunia.

Si anak masih terdiam, sampai dia melihat secarik kertas kecil yang jatuh diantara

beberapa surat yang digenggamnya…

Sebuah surat terakhir dari ibunya yang berisi…

“Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan pada ibu, anakku sayang. Kamu punya

rincian, ibu pun akan demikian. Namun ibu merasa kurang bisa mengisi berapa harga yang pas untuk rincian ini.

Untuk pembelian nutrisi selama kamu di dalam kandungan: “gratis”

Untuk sembilan bulan ibu mengandungmu: “gratis”

Untuk biaya bersalin ditambah biaya kesakitan melahirkanmu : “gratis”

Untuk setiap malam ibu menemani kamu: “gratis”

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu : “Gratis”

Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendo’akanmu: “gratis”

Untuk setiap tetes Air susu ibu: “gratis”

Untuk biaya sekolah, makan, tempat tinggal untukmu: “gratis”

Untuk biaya mendidikmu hingga kamu dewasa dan sukses : “gratis”

Untuk Mengasihimu selama 30 tahun: “gratis”

Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, akan kamu dapati bahwa harga Kasih sayang ibu adalah “GRATIS…!!”

Ibu cuma bercanda anakku…Ibu serahkan semua ini sebagai warisan untukmu, sebagai pengganti biaya pengobatan ibu.

Maaf ibu tidak bisa memberimu lebih banyak. Maafkan ibu.

Tangis penyesalan pun akhirnya memenuhi ruangan itu…

Cintai orang tua kita yang masih ada……..  smoga berguna untuk anak anak kita.**

Kategori: Kisah InspiratifTag: