Siksaan Bagi Yang Tinggalkan Puasa

0 27

Salah seorang badui datang menemui Nabi saw dalam keadaan berambut kusut, kemudian dia berkata kepada beliau: ”Beritahukan aku mengenai puasa yang Allah wajibkan padaku”.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: ”Puasa yang wajib bagimu adalah puasa Ramadan. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunnah, maka lakukanlah.”

Wajibnya puasa ini juga sudah dimaklumi oleh kaum muslimin, karena ia bagian dari rukun Islam. Sehingga seseorang bisa jadi kafir jika mengingkari wajibnya hal ini. Namun demikian, saat ini kita masih sering melihat sebagian di antara kaum muslimin yang meremehkan kewajiban puasa yang agung ini.

Bahkan di jalan-jalan ataupun tempat-tempat umum, ada yang mengaku muslim, namun tidak melakukan kewajiban ini atau sengaja membatalkannya. Mereka malah terang-terangan makan dan minum di tengah-tengah saudara mereka yang sedang berpuasa tanpa merasa berdosa.

Padahal mereka adalah orang-orang yang diwajibkan untuk berpuasa dan tidak punya halangan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang bukan sedang bepergian jauh, bukan sedang berbaring di tempat tidur karena sakit dan bukan pula orang yang sedang mendapatkan halangan haidh atau nifas. Mereka semua adalah orang yang mampu untuk berpuasa.

Sebagai peringatan bagi kita yang masih saja enggan untuk menahan lapar dan dahaga pada bulan yang diwajibkan puasa bagi mereka, kami bawakan sebuah kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahili ra. Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah Saw bersabda: ”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal.

Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata,”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya,”Suara apa itu?” Mereka menjawab: ”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,”Siapakah mereka itu?” Rasulullah Saw menjawab,”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.”

Begitulah siksaan bagi orang yang tidak melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Meninggalkan puasa Ramadan termasuk dosa yang amat berbahaya karena puasa Ramadan adalah puasa wajib dan merupakan salah satu rukun Islam. Para ulama pun mengatakan bahwa dosa meninggalkan salah satu rukun Islam lebih besar dari dosa besar lainnya.

Malah ada ulama yang mengatakan, siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadan, bukan karena sakit atau udzur lainnya, maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan. Na’udzubillah.*

Oleh Choirul Anam Djabar

Kategori: Artikel, RamadhanTag: