Diskon Jam Kerja di Bulan Ramadan

0 41

Setiap bulan Ramadan, selalu kita temui dalam berbagai kesempatan kegiatan keagamaan baik di media elektronik maupun di media cetak, bacaan Surat Al Baqarah 183: “Hai, orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang yang bertakwa.”

Memang seolah sebagai dasar ‘konstitusional’ dalam menunaikan ibadah puasa, ayat ini merupakan dasar perintah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Bulan puasa bagi sebagian orang merupakan bulan yang ditunggu-tunggu, bagi sebagian yang lain merupakan rutinitas biasa seperti sebelas bulan lainnya. Mengapa demikian?

Bagi sebagian orang yang menganggap bulan puasa sebagai rutinitas biasa, menganggap puasa merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan jika dirinya ‘merasa’ sebagai orang yang beragama Islam. Yang membedakan mungkin pola waktu kegiatan. Biasanya sehari makan 3 kali, pada bulan puasa makan 2 kali.

Namun jangan ditanyakan tentang porsinya, karena bila dihitung dengan cermat, porsinya makan 2 kali sehari mungkin lebih banyak jika dibandingkan dengan porsi makan yang 3 kali sehari. Bagi yang PNS juga berbeda karena pada bulan puasa biasanya diberikan diskon jam kerja.

Masuk kerja didiskon satu jam, pulang kerja didiskon setengah jam. Belum lagi diskon waktu siang hari dengan alasan untuk istirahat dan salat duhur. Terlebih lagi tentang semangat kerja, dengan alasan sedang berpuasa biasanya agak kendur semangat kerjanya. Benarkah demikian?

Kalau bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah mengapa kita mengabaikan keberadaan bulan Ramadan? Apalagi kalau pada bulan Ramadan kita bermalas-malasan, tidak bersemangat, lebih banyak tidur atau apapun dengan alasan sedang berpuasa. Memang ada hadis yang menyebutkan, jika tidurnya orang yang sedang berpuasa dihitung pahalanya ibarat orang yang sedang ibadah.

Betapa Allah maha pemurah, orang yang berpuasa lagi tidur dihitung seperti lagi beribadah. Apalagi jika orang yang berpuasa tersebut bekerja melayani kebutuhan orang lain, akan semakin besar pula pahala yang akan diterimanya. Bulan Ramadan dibagi dalam tiga putaran yang masing-masing terdiri dari sepuluh hari.*

Oleh: H Sigit Setyawan

Kategori: RamadhanTag: