Rayuan Allah Perintah Puasa

0 40

Perintah Allah untuk melaksanakan puasa kepada orang-orang  yang beriman sebenarnya mengandung rayuan yang meringankan psikologis kaum mukminin (orang-orang yang beriman).

Kita  lihat misalnya dalam Surat  Al-Baqarah disebutkan  bahwa perintah puasa hanya ditujukan bagi orang-orang beriman (mukmin). Ini  berarti  bahwa bagi kita yang berpuasa harus  merasa  bangga karena  telah disebut mukmin. Bukan sembarang orang  yang  mampu melaksanakan  puasa. Orang yang tidak melaksanakan ibadah  puasa tak bisa mengklaim bahwa dirinya beriman.

Dalam   ayat  tersebut  juga disebutkan: ”Sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu”. Ini artinya bahwa kita melaksanakan puasa tidak sendirian, tapi juga telah ada umat yang diwajibkan sebelum kita. Secara psikologis barangkali kita akan iri seandainya Allah tidak menyebutkan kata-kata  tersebut. Kita merasa tidak sendirian melaksanakan ibadah puasa ini.

Selanjutnya dalam ayat tersebut Allah masih memberi iming-iming bahwa  barang siapa  yang akan melaksanakan ibadah  puasa  akan menjadi orang  yang bertakwa (muttaqien). Hal  ini  tentu  saja membuat kita berlomba-lomba agar puasa kita diterima karena janji yang begitu besar.

Pada ayat berikutnya Allah mengatakan: ”Dalam beberapa hari”._Kata-kata  ini  juga meringankan beban psikologis  kita,  karena Allah tidak mengatakan satu bulan. Tapi beberapa hari.**

Oleh Choirul Anam Djabar

Kategori: Ramadhan