Meraih Ampunan Allah

0 42

Puasa di bulan Ramadan telah memasuki  perjalanan menuju magfirah. Namun dalam perjalanan puasa Ramadan hari-hari kemarin, hanya Allah dan kita sendiri yang tahu, apakah waktu yang sudah terlewat telah termanfaatkan dengan baik untuk bertaqarrub kepada Allah, ataukah hanya haus dan lapar saja yang melekat di badan, sementara rahmat dan ampunan Allah selalu kita berharap.

Rasulullah saw telah bersabda, siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. (HR al-Bukhari dan Muslim). Sementara Allah Swt Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw tersebut, telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadan. Sungguh, ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhluk-Nya.Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan.

Oleh sebab itu, pada bulan Ramadan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berkaitan dengan ini, Rasulullah saw dalam salah satu khuthbahnya sebelum memasuki Ramadan menyatakan, “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya pengampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari api neraka.”

Lalu beliau melanjutkan, ”Karenanya, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadan: dua perkara untuk Rabb-nya dan dua perkara kalian menyukainya. Dua perkara untuk Rabb-nya adalah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Adapun dua perkara yang kalian sukai adalah memohon surga dan berlindung dari neraka.” (HR Ibnu Huzaimah dari Salman Al Farisi).

Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah Swt, baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Manusia sering berbuat dosa, siang maupun malam hari. Di mana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan,  sebab Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Untuk itu, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya.

Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui. (QS Ali Imran [3]: 135).

Ayat tersebut  secara gamblang menunjukkan bahwa adanya kesempatan pengampunan dari Allah SWT merupakan salah satu wujud kasih sayang-Nya. Betapa banyak ayat-ayat Alquran yang menggabungkan kata Ghafûr (Maha Pengampun) dengan Rahîm (Maha Penyayang). Karenanya, ketika seorang Muslim meminta ampunan kepada Allah SWT, dia merasakan penyesalan dan harapan pengampunan.

Pada saat yang sama, ia merasakan betapa besarnya kasih-sayang Allah SWT kepada hamba-Nya; sudahlah dia berbuat dosa, Dia Yang Maha Pengampun masih membuka pintu pengampunan baginya. Selain itu, nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT.**

Oleh Dr. H.Aliadi Ika

Kategori: Artikel, RamadhanTag: