Syaikh Yasin bin Isa Al-Faddani

Tidak ada komentar 4981 views
  1. Pujian Para Ulama Kepada Syaikh Yasin Al-Faddani

 

Kealiman dan kepakaran Syaikh Yasin diakui oleh banyak para ulama dari seluruh penjuru dunia. Baik oleh para ulama semasa beliau maupun pada masa sesudahnya. Beliau banyak dipuji oleh para ulama dan para gurunya. Diantaranya adalah dari seorang ulama ahli hadits terkemuka dari Maroko, al-Muhaddits as-Sayyid Abdul Aziz al-Ghumari, yang menjuluki Syaikh Yasin sebagai ulama kebanggaan Haramain (Mekkah dan Madinah) dan sebagai muahaddits (pakar hadits) terkemuka.

 

Syaikh as-Sayyid Abdullah al-Ghumari, sebagaimana diceritakan oleh Syaikh Sa’id Mamduh: “Dalam suatu kesempatan berkumpul dengan Syaikh as-Sayyid Abdullah Shiddiq al-Ghumari pada musim haji tahun 1401 H/1991 M, beliau berkata kepada sekumpulan jamaah: “Kita sebelum ini telah mengakui Syaikh as-Sayyid Rafi’ at-Tahtawi sebagai al-Musnid al-‘Ashr. Namun sekarang, ketahuilah bahwa Syaikh Yasin al-Faddani adalah sebagai al-Musnid al-‘Ashr, tanpa diragukan lagi.” Suatu pengakuan yang tulus dari seorang pakar Islam yang kritis.”

 

Dalam muqaddimah kitab al-Fawaid al-Janiyyah kita akan temukan beberapa pujian ulama besar antara lain Syaikh Ismail Usman Zain al-Makki, Syaikh Abdullah bin Zaid al-Maghribi az-Zabidi (ulama Zabid Yaman, 1315 H-1389 H) yang merasa takjub dan kagum dengan kitab al-Fawaid al-Janiyyah, al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman al-Ahdal (Mufti Murawa’ah Yaman, 1307 H-1372 H) yang secara khusus menyusun sebuah syair panjang yang memuji SyeikhYasin diantara bait syair itu berbunyi:

 

أنت في العلم والمعاني فريد # وبعقد الفخار أنت الوحيد“Engkau tak ada taranya dalam ilmu dan hakekat. Dibangun orang kejayaan kaulah satu-satunya yang jaya.”

 

لــك عـز قــد اشـرقت بعـــــــلاه  #    شمس فضل لها الضياء يـريدعــــــــــلوم ابـدعـتـها بـمــفـهـوم    #  بحـــلاهـا تـــتوج المســــتـفـيدعصـــت فيــها عــلى فــرائد در   #   فـى نــحو الـحسـان هم العقودسـائرات كالشمس فى كــل قـطر   #   مشرقات والـجهل منـها يـبـيـدمن يضـاهى هـذا المـقام المــعلى   #   ان هــذا عـــن غــيـره لــعــيـدواذا انــتـمــى انـــاس لأصــــــل   #   انـت لـلســعـد اذ نسـبـت حفيد

 

Asy-Syaikh Fadhal bin Muhammad ‘Audh Bafadhal at-Tarimi juga memuji kitab karangan beliau dalam syairnya sebagai sebuah kitab yang dipenuhi permata. Diantara baitnya ia berkata dalam syairnya:

 

فيا طالب العلم لب نداء # ياسين وافرح بهذا القرى“Wahai pencari ilmu sambutlah panggilan Yasin. Bergembiralah dengan sajian yang ia sajikan.”

 

Prof. Dr. Ali Jum’ah salah satu Mufti Mesir dalam kitab Hasyiyah al-Imam al-Baijuri ‘ala Jauharat at-Tauhid  yang ditahqiqnya, pada halaman 8 mengaku pernah menerima ijazah sanad hadits hasyiah tersebut dari Syaikh Yasin yang digelarinya sebagai Musnid ad-Dunya.

 

Syaikh Zakaria Abdullah Bila, teman dekat pendiri Nahdlatul Wathan yakni Tuan Guru KH. M. Zainuddin Lombok pernah berkata: “Waktu saya mengajar Qawa’id al-Fiqh di ash-Shaulatiyyah, seringkali mendapat kesulitan yang memaksa saya membolak-balik kitab-kitab yang besar untuk memecahkan kesulitan tersebut. Namun setelah terbit kitab al-Fawaid al-Janiyyah karangan Syaikh Yasin menjadi mudahlah semua itu, dan ringanlah beban dalam mengajar.”

 

Syaikh Umar Abdul Jabbar berkata di dalam surat kabar al-Bilad edisi hari Jum’at 24 Dzul Qa’dah tahun 1379H/1960M: “Bahkan yang terbesar dari amal bakti Syaikh Yasin adalah membuka madrasah putri pada tahun 1362 H. Dimana dalam perjalanannya selalu ada rintangan, namun beliau dapat mengatasinya dengan penuh kesabaran dan ketabahan.”

 

Prof. Dr. Asy-Syaikh Yusuf Abdurrazzaq (Dosen kuliah Ushuluddin Universitas al-Azhar Kairo) juga memuji beliau dengan perkataan dan syi’ir yang panjang. Salah satu bait syairnya berbunyi:

 

أنت فينا بقية من كرام # لا ترى العين مثلهم إنسانا“Engkau di tengah kami orang terpilih dari orang terhormat. Tak pernah mata melihat manusia seumpama mereka.”

 

Al-Habib Saqqaf bin Muhammad Assegaf, seorang tokoh pendidik di Hadhramaut (1373 H) menceritakan kekaguman beliau terhadap Syaikh Yasin. Beliau menjulukinya sabagai “Sayuthiyyu Zamanihi” (Imam al-Hafidz as-Suyuthi pada zamannya). Beliau juga mengarang sebuah syair untuk memuji beliau, diantaranya berbunyi:

 

لله درك يا ياسين من رجل # أم القرى أنت قاضيها ومفتيهافي كل فن وموضوع لقد كتبا  # يداك ما أثلج الألباب يحديها“Bagus perbuatanmu hai Yasin engkau seorang tokoh. Dari Ummul Qura engkau Qadhi dan Muftinya.Setiap pandan judul ilmu tertulis dengan dua tanganmu. Alangkah sejuknya akal pikiran rasa terhibur olehnya.”

 

Al-Muhaddits as-Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki sebagai guru Madrasah al-Falah dan Masjidil Haram, Syaikh M. Mamduh al-Mishri dan al-Habib Ali bin Syaikh Bilfaqih Sewun Hadhramaut dan para ulama lainnya, pernah memuji karangan-karangan beliau.

 

Prof. Dr. asy-Syaikh Yahya al-Ghautsani pernah menghadiri majelis Syaikh Yasin untuk mengkhatamkan Sunan Abu Dawud. Ketika itu hadir pula pakar hadits Maghribi (Maroko), asy-Syaikh as-Sayyid Abdullah bin Shiddiq al-Gumari, asy-Syaikh Abdussubhan al-Barmawi dan asy-Syaikh Abdul Fattah Rawah.

 

Pujian tersebut bukan hanya datang dari ulama Ahlussunnah, seorang ulama Wahabi Prof. Dr. asy-Syaikh Abdul Wahhab bin Abi Sulaiman (Dosen Dirasatul ‘Ulya Universitas Ummul Qura) di dalam kitab al-Jawahir ats-Tsaminah fi Bayan Adillat ‘Alam al-Madinah berkata: “Syaikh Yasin adalah muhaddits, faqih, mudir Madrasah Darul Ulum, pengarang banyak kitab dan salah satu ulama Masjidil Haram.”

 

Seorang tokoh agama Najd dari Ibukota Riyadh (pusat paham Wahabi), yaitu Jasim bin Sulaiman ad-Dausari pada tahun 1406 H pernah berkata:

 

أبلغوا مني سلاما من صبا نجد # ذكيالأبي الفيض فدانيمسند الوقت بعيد عن نزول # هابط أما لما يعلو فدانيفدى أسر الروايات فلوتنطق # لقالت: علم الدين فداني

 

Selain itu, pujian kepada beliau juga datang dari ulama India, Syaikh Muhammad Abdul Hadi serta ulama Seiwun Yaman, al-Habib Ali bin Syaikh Balfaqih al-‘Alawi.
Selanjutnya…..