Syaikh Yasin bin Isa Al-Faddani

Tidak ada komentar 2941 views
  1. Tukang Sapu Makam Nabi Saw.

 

  1. Maimoen Zubair adalah murid senior Syeikh Yasin al-Faddani yang sekarang masih hidup. Sebagaimana diutarakannya, ia telah berguru pada Syaikh Yasin al-Faddani sejak tahun 1370 H/1940 M. Kepada Syaikh Yasin al-Faddani beliau mengaji kitab Sunan Abi Daud hingga tamat.

 

Syaikh Yasin pernah bercerita pada Mbah Maimenn tentang kisah Syaikh al-Ajrum yang melarang sebuah karyanya dicetak pada masa itu. Karya yang berjudul al-Ajrumiyyah baru dicetak setelah wafatnya dan menjadi kitab yang baku dalam pelajaran tata bahasa Arab dan termasyur di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Mungkin itulah sebab ada sebagian ulama yang melarang karyanya dicetak di masa itu. Mereka melihat dengan mata batinnya, kelak kitab itu dibutuhkan dan menjadi amal jariah setelah wafatnya.

 

Begitu pula dengan karya al-Qadhi Abu Syuja’, Matn at-Taqrib. Al-Qadhi Abu Syuja’ hidup selama 160 tahun lebih. 60 tahun digunakannya untuk mengajar, dan 100 tahun dari usianya ia abdikan sebagai Kannas Qabr an-Nabiy (tukang sapu makam Nabi Saw.). Ia senang dengan gelar itu sehingga ia tak mau dirinya disebut Syaikh atau ‘Allamah.

 

Acap kali saat membersihkan makam Nabi Saw., ia bermunajat agar dirinya diberikan keberkahan umur dan karyanya akan kelak berguna bagi umat. Dan di kemudian hari, kitabnya, Matn at-Taqrib, memang termasyur di kalangan para penuntut ilmu.
Selanjutnya…..