Syaikh Yasin bin Isa Al-Faddani

Tidak ada komentar 3529 views
  1. Kesederhanaan Syaikh Yasin Al-Faddani

 

Karena sangat bersemangat dan giat dalam menuntut ilmu agama, Syaikh Yasin hampir saja lupa menikah. Beliau termasuk terlambat dalam membina rumah tangga. Hingga sampai pada usia empat puluh tahun beliau belum juga menikah. Hal ini membuat orangtuanya merasa prihatin dan khawatir, juga para guru dan rekan-rekan beliau. Mereka mengingatkan beliau bahkan ada yang ingin menjadikan beliau sebagai menantu. Karena orangtua beliau mengancam akan membakar kitab-kitab beliau dan beliau pun merasa takut durhaka kepadanya, akhirnya masa lajang beliau akhiri tepat pada usia 40 tahun.

 

Hal yang sangat menarik dari sosok Syaikh Yasin al-Fadani adalah kesederhanaannya. Walaupun beliau seorang ulama besar namun beliau tidak segan-segan untuk keluar masuk pasar memikul dan menenteng sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Dengan memakai kaos oblong dan sarung, Syaikh Yasin juga sering nongkrong di warung teh sambil menghisap Shisah (rokok Arab). Tak ada seorang pun yang berani mencelanya karena ketinggian ilmu yang dimiliki Syaikh Yasin.

 

  1. Sukarnawadi Husnuddu’at mengatakan: “Syaikh Yasin orangnya santai, sederhana, tidak menampakkan diri, sering muncul menggunakan kaos biasa, sarung, dan sering nongkrong di “Gahwaji” untuk nyisyah (menghisap rokok Arab). Tak seorangpun yang berani mencela beliau karena kekayaan ilmu yang beliau miliki. Yang ingkar kepada beliau hanyalah orang-orang yang lebih mengutamakan tampang dzahir daripada yang bathin.”

 

Jika musim haji tiba Syaikh Yasin mengundang para ulama dari seantero dunia dan para pelajar  untuk berkunjung ke rumahnya untuk berdiskusi dan tak sedikit dari para ulama yang meminta ijazah sanad hadits dari beliau. Namun walau musim haji telah lewat, rumah Syaikh Yasin tetap selalu ramai dikunjungi para ulama dan pelajar.
Selanjutnya…..